Kegiatan Pembinaan Majelis Taklim Baburrahim Dulolong
Keutamaan Dzikir di Bulan Rabiul Akhir, Momentum Memperbanyak Ingat kepada Allah
Kokar (Humas KUA ABAL);- Bulan Rabiul Akhir menjadi momentum bagi umat Islam untuk semakin
meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Salah satu bentuk ibadah
yang dapat dilakukan secara istiqamah adalah memperbanyak dzikir atau mengingat
Allah SWT.
Pesan tersebut
disampaikan dalam kegiatan Majelis Taklim Baburrahim Dulolong oleh Penyuluh
Agama Islam, An. Humris Lolong, Rabu, 16 September 2026. Dalam
penyampaiannya, dijelaskan bahwa dzikir merupakan amalan yang sangat dianjurkan
dalam kehidupan seorang Muslim dan tidak terbatas pada bulan-bulan tertentu.
Allah SWT
berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 41:
“Wahai
orang-orang yang beriman! Ingatlah Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya.”
Ayat tersebut
menjadi landasan penting bagi umat Islam untuk senantiasa mengingat Allah dalam
setiap keadaan. Dzikir dapat dilakukan melalui ucapan tasbih, tahmid, takbir,
tahlil, istighfar, membaca Al-Qur'an, maupun doa-doa yang diajarkan dalam
Islam.
Dalam kegiatan
Majelis Taklim Baburrahim Dulolong, jamaah diajak menjadikan bulan Rabiul Akhir
sebagai kesempatan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas ibadah.
Memperbanyak dzikir diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas lisan, tetapi juga
mampu menghadirkan kesadaran hati untuk senantiasa mendekatkan diri kepada
Allah SWT.
Salah satu
keutamaan dzikir adalah memberikan ketenangan kepada hati. Hal ini sebagaimana
firman Allah SWT dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28:
“Ingatlah, hanya
dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
Menurut
penyampaian dalam majelis tersebut, kehidupan manusia tidak terlepas dari
berbagai kesibukan, tantangan, dan persoalan. Karena itu, memperbanyak dzikir
dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga hubungan spiritual dengan Allah SWT
sekaligus menguatkan hati dalam menjalani kehidupan.
Selain
memberikan ketenangan batin, dzikir juga diharapkan dapat membentuk pribadi
yang lebih dekat kepada Allah dan tercermin dalam perilaku sehari-hari. Seorang
Muslim yang senantiasa mengingat Allah diharapkan semakin terdorong untuk
melakukan kebaikan, menjaga lisan dan perbuatan, serta menjauhi hal-hal yang
dilarang oleh agama.
Momentum Rabiul
Akhir dengan demikian dapat dimanfaatkan oleh jamaah Majelis Taklim Baburrahim
Dulolong untuk meningkatkan amal ibadah, mempererat silaturahmi, dan
menumbuhkan semangat dalam mempelajari serta mengamalkan ajaran Islam.
Kegiatan majelis
taklim juga menjadi sarana penting dalam pembinaan kehidupan keagamaan
masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, jamaah tidak hanya memperoleh
pengetahuan agama, tetapi juga mendapatkan motivasi untuk menerapkan
nilai-nilai keislaman dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.
Dengan
memperbanyak dzikir, berdoa, dan meningkatkan amal kebajikan, bulan Rabiul
Akhir diharapkan menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah
SWT serta memperkuat keimanan dan ketakwaan. PAI (HL)


Tidak ada komentar