KUA ABAL Dalam Silaturrahmi Sebagai Kunci Keberkahan
SILATURRAHMI PEMBAWA BERKAH
Kokar (Humas KUA ABAL);- Langit senja perlahan menunjukan warna kemerahan bercampur orens di ufuk barat, bertanda bahwa segala aktivitas hari ini akan usai. Sore itu, di atas bale-bale bambu sebuah loppo karya pemuda desa terjalin hangat obrolan ringan penuh keakraban di temani masing-masing secangkir kopi khas cuaca dingin.
Nuansa obrolan semakin hangat karena
sesekali ditambah dengan canda tawa yang juga tak terleraikan di balik topik
pembicaraan yang sedang berlangsung pada
saat lalu lalang warga masyarakat
yang bergantian pulang dari perkebunan sehabis aktivitas hari ini.
Sore itu, di atas bale bambu
dibawah atap yang sejuk duduk melingkar dan obrolan pun bermula dari tokoh pemerintahan
yakni, Zainuddin Salim,S.Pd.I. Gr (Ketua BPD Desa Bampalola). Memulai topik
pembicaraan mengenai pelayanan aspirasi masyarakat di Desa tersebut, beliau
menyampaikan bahwa perkembangan saat ini di dunia pendidikan banyak mengalami
regulasi baik di hal administrasi maupun sistem yang sedang di kembangkan oleh
pemerintah pusat, contohnya penggunaan Kurikulum di dunia pendidikan yang belum
tuntas secara maksimal di gunakan di lembaga pendidikan namun selalu saja
mengalami perubahan, seperti penggunaan kurikulum KTSP, K13, dan kini sudah
menggunakan lagi kurikulum merdeka di tambah lagi dengan program Kementerian
Agama Pusat yang mencanangkan Kurikulum Berbasis Cinta.
Dari obrolan tersebut, Ramli
Adang,S.T juga selaku Analis Kebijakan pada KUA Kecamatan Abal juga mengiyakan bahwa perubahan regulasi saat ini
memang harus di ikuti secara baik oleh semua komponen kelembagaan baik formal
maupun non formal agar kita tidak ketinggalan informasi terkait dengan berbagai
kebijakan pemerintah yang sedang berlanjut, lebih lanjut Ramli menyampaikan
agar fokus utama kita adalah di generasi muda usia pendidikan agar di
perhatikan sarana prasarana demi
kelancaran belajar yang lebih baik. Lanjut Ramli menyampaikan contoh seperti
penyediaan sarana fasilitas belajar lembaga Non formal seperti TPQ yang sedang
di bangun saat ini di Desa Bampalola, yang masih mengharapkan bantuan material
dari kaum derma karena pembangunannya dari swadaya masyarakat.
Dari penjelasan tersebut, seorang tokoh masyarakat Desa Dulolong yang juga selalu aktif di masyarakat yakni Bapak Tir Dopu, langsung menanggapi dengan pertanyaan,” kira-kira TPQ ini masih kekurangan apa? Pertanyaannya lansung di jawab oleh Ketua BPD, bahwa TPQ masih membutuhkan pasir.! Lanjut beliau menyampaiakn bahwa saya besok muat pasir satu rek ke lokasi TPQ. Dan ke esokan harinya pasir pun di antar ke lokasi pembangunan. ucapan terima kasih yang tak terhingga juga di sampaikan oleh Ramli kepada tokoh maasyarakat (bapak tir dopu), yang mengambil bagian dalam menyumbangkan pasirnya, Ramli menyampaikan bahwa walaupun hanya melalui obrolan singkat di pinggir jalan namun mendapat hasil yang baik, bukan hanya itu saja. Melalui obrolan itu juga serta perantara bapak tir dopu maka TPQ juga mendapat bantuan 15 sak semen dari SATLANTAS Kab. Alor yang mana proses penyalurannya di fasilitasi juga oleh putra dari bapak tir sendiri yakni Adi dopu yang juga sebagai pegawai SATLANTAS Kab. Alor.
Dengan adanya bantuan tersebut
Ramli berharap semoga semua fasilitas yang berkaitan dengan pendidikan dapat
menjadi penunjang dan penghubung para generasi muda usia pendidikan untuk
meraih cita-citanya di masa depan nanti.



Tidak ada komentar