Selamat Datang di Website KUA Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor - Kawasan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)

MAKNA TERSIRAT PADA MOMENT MTQ TINGKAT KEC. ABAL 2026 - KUA ALOR BARAT LAUT

Header Ads

Info Terkini

MAKNA TERSIRAT PADA MOMENT MTQ TINGKAT KEC. ABAL 2026

 

YANG TERSIRAT DI AKHIR MOMENT MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN TINGKAT KEC. ABAL DI DESA BAMPALOLA

 


Kokar (Humas ABAL); Tanggal, 19 April 2026, malam senin Adalah moment terahir di tutupnya secara resmi seluruh rangkaian kegiatan dan perlombaan semua jenis mata lomba Musabaqah Tingkat Kecamatan Abal ke XXXI. Berkumpulnya 18 Desa dan satu kelurahan di kegiatan dua tahunan ini memberikan cerita dan pengalaman tersendiri bagi masing-masing kontingen/kafilah mulai dari saat penyambutan, kegiatan berlangsung, hingga malam penutupan sebagai tanda berakhirnya pertemuan dalam perlombaan yang bernuansa religious itu.

            Dari perjalanan Musabaqah setiap dua tahun yang sebelumnya di gelar di Desa Lewalu (2021), berlanjut dua tahun kemudian di Desa Alila Alondon (2024), dan di Desa Bampalola (2026). Dari perjalanan piala bergilir yang sukses di pertahankan oleh Desa Ternate selama dua musim dan pada ahirnya berhasil direbut oleh Kafilah tuan rumah/Desa Bampalola pada tahun 2026 dengan nominasi juara terbanyak dari semua mata lomba yang diperlombakan.

            Rasa haru dan bahagia, suka maupun duka tentunya pasti dirasakan oleh masing-masing kontingen baik dirasakan oleh peserta lomba, official, ketua rombongan, maupun kepanitian dan seluruh masyarakat yang ikut terlibat dalam mensukseskan kegiatan perlombaan tersebut punya kisah dan cerita tersendiri. Kini moment tersebut telah berlalu, setiap kafilah telah berpamitan untuk kembali ke desanya masing-masing sambil menanti dua tahun mendatang, Arena Musabaqah Tilawatil Qur’an ke XXXI yang menjadi ikon selama kegiatan berlansung dan menjadi bahan pembicaraan dan ajang selvie kini hanya menyisahkan kenangan dan cerita, dan di balik cerita pada akhir moment ini ada satu pertanyaan “siapakah kita dan mampukah kita untuk mempersiapkan generasi kita di dua tahun mendatang”?. Memang pertanyaannya cukup sederhana namun jawaban dan pelaksanaan yang bisa dikatakan sangat berat.

            Akhir cerita dari moment Musabaqah ini serta pertanyaan di atas sangat ramai di bicarakan di penghujung perpisahan semua kafilah, hingga menjadi dasar pemikiran pembuka topik obrolan santai oleh Ramli Adang selaku Pegawai Analis Kebijakan pada Kantor Urusan Agama Kec. Abal. Usai melaksanaan Shalat Subuh di Masjid Shiratal Mustaqim Bampalola, dalam forum yang tampak kecil namun terasa besar suasananya karena ada pemangku jabatan yang bisa di ajak berdiskusi yakni Kepala MTs Bampalola (Kasim Bakir, S.Pd.I), Badan syara/bilal (Ajmi Ali), dan Tokoh Agama (H. Anwar Ali). Kaitannya dengan Musabaqah Ramli memberikan pemikiranya agar supaya dari masing-masing kelembagaan maupun tokoh agama dan tokoh Pendidikan agar sama-sama menyuarakan agar potensi generasi muda usia Pendidikan secara Bersama di perhatikan dan menjadi pendamping utama sebagai orangtua untuk memotivasi para putra-putri agar lebih focus dan disiplin dalam menjalani masa belajarnya baik di lembaga formal maupun non formal, Ramli juga berharap agar Lembaga Pendidikan baik Madrasah Ibtidaiyah maupun Madrasah Tsanawiyah agar lebih memperketat kedisiplinannya kepada siswa siswi untuk di arahkan pada Lembaga Pendidikan non formal yang ada di lingkungan sekitar.


Dari obrolan ringan tersebut Ramli menyampaikan bahwa dari semua mata lomba yang di lombakan pada Musabaqah Tilawatil Qur’an yang telah selesai ini Sebagian besar mata lomba di ajarkan secara khusus di Lembaga non formal seperti TPQ/TPA. Yakni materi Tartil, Tilawah, dan bimbingan Muhadzoroh yang bisa di orbit dalam mengikuti mata lomba syarhil qur’an.

Dalam diskusi ringan tersebut, H. Anwar Ali (Tokoh Agama), juga memberikan pandangannya agar Masjid dan Lembaga Non formal agar terus di isi dengan kegiatan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya serta bimbingan keagamaan kepada generasi muda usia Pendidikan yang bertujuan menyita waktu bermain di luar jam sekolah serta salah satu Upaya pembekalan demi dapat mengikuti kegiatan Musabaqah, selain itu tanggapan Kepsek MTs Bampalola juga tidak jauh berbeda beliau juga mengaminkan apa yang di sampaikan Tokoh Agama diatas. Kasim Bakir juga menyampaikan bahwa semua wali siswa/siswi agar tidak serta merta menyerahkan putra-putrinya di Lembaga Pendidikan baik formal maupun non formal dan melepas tanggung jawab sepenuhnya dalam urusan Pendidikan, namun semua harus pro aktif dalam memantau aktifitas putra-putrinya termasuk mengarahkan untuk mengikuti pengajian di Lembaga non formal yang ada.

            Di akhir obrolan, Ramli mengatakan bahwa moment MTQ mendatang di Desa Hulnani merupakan tangtangan dan tanggung jawab besar yang harus di siasati kesiapannya terkhusus pada Sumber dayanya demi mempertahankan gelar juara umum yang sudah di raihnya, dengan mengambil hikmah dari setiap mata lomba yang telah peserta ikuti Bersama apakah dapat di tingkatkan prestasi yang ada ataukah malah akan mundur potensi yang ada?. Jawabannya ada pada semua komponen dan seluruh warga Masyarakat. RA (06/05/2026)

Tidak ada komentar