NIKAH MERUPAKAN TAKDIR ALLAH SWT YANG HARUS DIJAGA
TAKDIR, KECOCOKAN DALAM IBADAH
Kokar (Humas KUA ABAL); Jodoh dan takdir Allah SWT terhadap seseorang, mengajarkan kepada kita bahwa pasangan hidup adalah ketentuan (takdir) Allah yang dijemput lewat usaha, doa, serta pilihan masing-masing untuk saling menjaga, karena takdir tentang jodoh itu sudah diterima seseorang sejak dalam kandung ibu. Begitu pula dengan rezeki dan kematian.
Hal ini
disampaikan oleh Kepala Kantor Urusan
Agama (KUA) Kec. Alor Barat Laut, Rahman Karim, S.HI dan juga sebagai Penghulu.
Ketika mengisi khotbah nikah pada pernikahan antara Syarifudin Idris dan Nur Ma’rifa
Aleng, pada hari senin, 27 Juli 2026 di Aloindonu Desa Alila Selatan.
Hakikat jodoh
sebagai takdir, maka untuk mendapatkannya harus melalui sebuah ikhtiar karena
takdir ini bergerak bersama usaha manusia untuk mencari dan memantapkan diri,
seseorang biasanya dipertemukan dengan pasangan yang senilai atau sepadan
karakternya, demikian ditegaskan oleh Rahman Karim, S.HI.
Menjalani
pernikahan merupakan pilihan, setiap pasangan siap menerima kelebihan dan
kekurangan pasangan dengan ikhlas dan menyerahkan hasil akhir dari ikhtiar
tersebut kepada Allah SWT setalah berusaha yang terbaik, tambah Rahman Karim.


Tidak ada komentar